JAKARTA — Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi unjuk rasa besar di jantung ibu kota pada Kamis (18/6/2026). Didominasi oleh ibu rumah tangga dan organisasi sipil, massa aksi nekat menerobos barikade aparat kepolisian dalam melakukan long march dari kawasan Dukuh Atas, melewati Bundaran Hotel Indonesia (HI), hingga menuju Istana Negara.
Aksi ini membawa keunikan tersendiri sebagai bentuk protes simbolis. Massa kompak mengenakan pakaian berwarna merah muda (pink) dan daster, serta membawa peralatan dapur seperti panci yang dipukul bertalu-talu sebagai simbol runtuhnya pertahanan ekonomi keluarga.
Empat Tuntutan Krisis untuk Pemerintahan Prabowo
Di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik, API mengusung empat poin tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto:
Evaluasi Total & Tolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mendesak penghentian program MBG yang dinilai salah sasaran dan memicu pemborosan anggaran akibat tingginya angka food waste (sampah pangan). Massa menuntut anggaran tersebut dialihkan untuk subsidi langsung dapur warga.
Turunkan Harga Kebutuhan Pokok & BBM: Meminta pemerintah segera menstabilkan harga bahan pangan yang kian tak terjangkau serta menurunkan harga BBM demi meringankan beban langsung rumah tangga.
Ciptakan Lapangan Kerja Layak: Mendesak penyediaan lapangan pekerjaan riil guna menekan tingginya angka pengangguran yang memicu kemiskinan sistemik.
Hentikan Represivitas terhadap Gerakan Rakyat: Menuntut aparat penegak hukum menghentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang menyuarakan hak-haknya.
Diwarnai Kericuhan, Massa Berhasil Tembus Blokade
Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini sempat diwarnai ketegangan tinggi. Aparat kepolisian sempat menutup akses jalan dan membangun barikade ketat di sejumlah titik guna menghalau massa agar tidak masuk ke kawasan ikonik Bundaran HI.
Aksi saling dorong antara emak-emak dan petugas sempat pecah di lapangan. Namun, militansi massa aksi berhasil menembus blokade petugas, sehingga orasi tetap berhasil digaungkan di Bundaran HI. Setelah aspirasi tersampaikan, massa membubarkan diri secara tertib dan kondusif menjelang sore hari.
